THE 1ST INTERNATIONAL NURSING AND HEALTH SCIENCES STUDENT CONFERENCE 2011
ACCOMMODATE NURSING AND HEALTH SCIENCES STUDENTS TO DISSEMINATE THEIR RESEARCH
Konferensi keperawatan internasional pertama yang diselenggarakan oleh mahasiswa keperawatan Universitas Hasanuddin telah berhasil menyedot kurang lebih 300 partisipan. Konferensi ini diselenggarakan selama dua hari tanggal 30 April 2011-1 Mei 2011. Partisipan berasal dari seluruh wilayah Indonesia, dan beberapa tamu undangan dari wilayah Indonesia serta dua orang tamu researcher nursing dari Thailand, Cathareeya Rattanawimol,RN,MNS. Konferensi international pertama ini membahas 4 bidang dalam penelitian, adult and women health, maternal and child’s health, community and family health, and gerontology and mental health. Acara konferensi dibuka dengan pembahasan pertama dari Professor Karen, pembicara asal Prancis, seorang peneliti Rural nursing, dengan favorit metode penelitian ethnography, action research, dan discourse analysis. Professor Karen menyampaikan, penelitian adalah bagian dari kehidupan sehari-hari kita karena penelitian selalu berawal dari pertanyaan dan jawaban. Pertanyaan dan jawaban merupakan sifat alami manusia sehingga penelitian seharusnya bukan hal yang asing lagi bagi manusia. Ada dua metode penelitian yang sering digunakan antara lain metode kualitatif yang berciri tidak bisa digenalisasikan dan metode kuantitatif. Metode tersebut bisa digunakan baik pada tingkat post graduate maupun Phd atau professional doctor, yang membedakan adalah program pendidikan S1 mengarah pada penelitian dasar (mengajukan pertanyaan, penggunaan metodologi yang familiar, dll) sedangkan program S2/Doktor lebih mengarah pada research expertise (puncak dari kemampuan peneliti).
Dalam konferensi internasional keperawatan tersebut juga disampaikan mengenai issue terbaru pada penelitian bidang. Seperti yang disampaikan oleh professor Nugroho Abikusno, lulusan doktor di Public Health Science di Universitas Hawaii pada tahun 1996, Indonesia memiliki populasi geriatric peringkat ke- 4 sedunia setelah singapura, Thailand, dan Vietnam. Jumlah populasi geriatric Indonesia tahun 2010 mencapai 15,8% dari populasi dan diperkirakan pada tahun 2020 meningkat hingga 32% dari populasi. Pada tahun 2007 jumlah penduduk lansia yang bekerja hanya 23,8% dari total penduduk lansia dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Adanya perubahan demografi penduduk ini mempengaruhi perubahan fokus tujuan penelitian dan juga pembangunan. Jika dahulu fokus penelitian pada geriatric yang dilakukan pada konferensi internasional di Vietnam adalah taking care for eldery seperti sustain/providing security, sekarang fokus penelitian berubah pada how to improve the productivity and quality of eldery, sehingga pada lansia terpenuhi keadilan yang seharusnya diperoleh.
Issue terbaru lain disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp. B. dalam bidang disaster and emergency. Menurut beliau Indonesia merupakan lahan yang pas untuk mengembangkan penelitian disaster dan komunitas. Hal ini disebabkan Indonesia telah mengalami berbagai jenis bencana, dalam sela-sela penyampaian materi yang sedikit “kocak”, beliau menyampaikan ada empat kunci dalam disaster yang bisa menjadi kunci penelitian. Keempat kunci tersebut adalah hal yang berkaitan dengan hazard (pemeliharaan keseimbangan alam), cara pandang masyarakat mengenai upaya pencegahan, peredaman bencana dan pola tanggap darurat masyarakat yang berbeda dari daerah satu dan daerah lainnya.
Bahasan issue yang menarik dalam konferensi ini berkaitan dengan tingkat ketertarika perawat dalam penelitian setelah mereka bekerja. Rata-rata perawat yang sudah bekerja memiliki minat yang minimal dalam penelitian. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh doktrin capek bekerja. Hal ini tidak hanya berlaku pada perawat yang sudah bekerja, tetapi pada calon perawat sendiri juga memiliki ketertarikan yang minim. Hanya beberapa mahasiswa keperatawan yang mau dengan sukarela menekuni bidang research. Menurut profesor Karen evidence base practice merupakan pilihan terbaik untuk awal perkembangan penanaman penelitian, meskipun proses penanaman penelitian juga dipengaruhi oleh individu masing-masing. Pendapat lain disampaikan oleh Professor Nugroho, penanaman terbaik terhadap perawat dalam bidang penelitian adalah pendidikan pada saat diakademik, hal ini memerlukan beberapa kerjasama dan juga kebijakan serta kesepakatan untuk mengembangkan research skill.
Topik menarik dalam konferensi internasional keperawatan hari kedua ini adalah cara-cara mempublikasikan hasil penelitian. Professor Karen mengatakan “research without dissemination is nothing”. Kalimat yang mungkin sederhana ini merupakan challenge for researcher dalam berbagai bidang. Dari mana kita selama ini memperoleh sumber journal penelitian? Pertanyaan yang diajukan oleh Professor Nugroho sempat menarik perhatian para peserta workshop pada hari kedua konferensi, jawabannya adalah hampir 90% kita memperoleh dari peneliti luar negeri. Kendala yang dialami dalam publikasi hasil penelitian terkadang berasal dari peneliti sendiri. Menurut beliau, ada yang masih merasa taku, ada yang tidak tahu bagaimana harus mempublikasikannya dan lain-lain. Peneliti yang ingin mempublikasikan penelitian berarti peneliti tersebut siap untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian tersebut. Ada banyak keuntungan yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dipublikasikan, diantaranya bisa saja peneliti tersebut mendapatkan sponsor untuk melanjutkan penelitiannya baik kancah nasional maupun internasional. Langkah pertama yang bisa disipakan dalam publikasi hasil penelitian adalah dengan mempersiapkan abstract sesuai dengan tuntutan masing-masing jurnal. Setiap jurnal memiliki aturan yang mungkin berbeda. Jika peneliti yang telah mengirimkan abstracknya pada sebuah jurnal kemudian beberapa hari kemudian abstract itu dikembalikan, bukan berarti penelitian yang dilakukan oleh peneliti tersebut jelek. Namun, format yang diinginkan oleh pihak publisher mungkin saja tidak sesuai. Oleh sebab itu, peneliti yang hendak mengirimkan hasil penelitiannya harus benar-benar mengecek format sesuai aturan yang ditentukan oleh pihak publikasi. Dua hal lain yang perlu diperhatikan sebelum mengirim artikel jurnal adalah scientific language writing harus benar dan referensi yang sesuai dengan bidang penelitian.
Dalam kancah international, Indonesia memiliki jumlah populasi terbanyak yang menduduki peringkat ketiga, namun dalam kaitan publikasi internasional di bidang penelitian Indonesia merupakan salah satu Negara yang paling rendah jumlah publikasinya dibandingkan Negara lain dalam wilaya regional Asia-Pasific. Konverensi international keperawatan yang diselenggarakan pertama di makasar ini berhasil mengakomodasi perawat, mahasiswa dan prkrtisi kesehatan lain untuk mempublikasikan dan mempertanggungjawavbkan penelitian mereka disamping itu juga membangun networking antara kolega local dengan interternasional. Pihak panitia telah menerima 100 abstract penelitian dengan 80 presenter, 40 dengan pesentasi oral dan sisanya menggunakan poster presentation.
Dari hasil konferensi tersebut, pesan yang didapat yang ingin disampaikan adalah ada banyak lahan dalam keperawatan untuk digali menjadi bahasan menarik dalam karya ilmiah. Bagi mahasiswa calon perawat ketika memiliki tugas akhir atau skripsi, jadikan moment itu sebagai fase untuk melatih research skill. Sedangkan bagi perawat yang sudah bekerja, meluangkan waktu untuk melakukan penelitian sangat dianjurkan untuk kepentingan kemajuan praktik keperawatan. Berbagai metode penelitian bisa diterapkan dalam pengembangan keperawatan terutama evidence base practice. Metode ini sangat dianjurkan untuk pengembangan profesi keperawatan. Hal penting lain, jangan pernah lupa untuk mempublikasikan hasil penelitian. Keuntungan yang tidak terduga mungkin saja anda peroleh begitu yang disampaikan oleh Prof. Nugroho. Beliau juga menawarkan, jika anda tidak terbiasa melakukan publikasi hasil penelitian bisa mengirimkan email ke alamat Prof. Nugroho: nabikusno@yahoo.com. Don’t be afraid to be researcher, we have challenge in this area. (Kartika A7)
No comments:
Post a Comment