Friday, November 9, 2012

MATERNITAS NOTE 1



KANKER OVARIUM KEMOTERAPI
by:ners kartika

A. KONSEP ANATOMI OVARIUM
Ovarium merupakan salah sat dari organ reproduksi wanita. Berukuran kurang lebih 4x1,5x1,5 cm. ovarium menggantung di bagian belakang ligamentum latum kiri dan kanan oleh mesovarium. Bagian pinggir atas atau hilus yang berhubungan dengan mesovarium terdapat pembuluh-pembuluh darah dan serabut saraf. Ujungsaraf atau yang lebih rendah berhubung dengan uterus yaitu ligamentum ovarii proprium.
Struktur ovarium terdiri dari:
1. korteks disebelah luar yang diliputi oleh epithelium germinativum yang berbentuk kubik di dalam terdiri dari stroma serta sel-sel folikel primordial
2. medulla di sebelah dalam korteks tempat terdapatnya stroma dengan pembuluh darah dan serabut saraf dan sedikit otot polos.

Fungsi ovarium :
1. menyimpan ovum (telur) yang dilepaskan satu kali setiap bulan (fungsi proliferasi)
2. fungsi sekresi yaitu memproduksi hormone estrogen dan progesterone yang berperan dalam pertumbuhan payudara, gambaran spesifik wanita dan mengatur siklus menstruasi (Hidayat, 2009).

B.KONSEP KANKER OVARIUM
1. Definisi
Kanker adalah sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yag tidak teratur. Kanker ovarium adalah tumor ganas pada  indung telur yang paling sering ditemukan pada wanita usia 50-70 tahun. Kanker ovarium berasal dari sel-sel penyusun ovarium yaitu sel epitel , sel germinal dan sel stromal (Sahil, 2007).
2. Etiologi
Penyebab kanker ova rium sampai sekarang belum diketahui dengan pasti namun multi factorial. Ada beberapa teori yang menjelasakn tentang kanker ovarium, diantaranya:
1). Hipotesis incessant ovulation
Tepri yang menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. Prose penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transormasi menjadi sel-sel tumor.
2). Hipotes androgen
Androgen mempunya peran penting dalam terbentuknay kanker ovarium. Dalam hasil percobaan invitor, androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium.

Factor-faktor resiko kanker ovarium antara lain (sahil, 2007):
1). Factor makanan
Makanan yang mengandung lemak hewan telah dilaporkan akan meningkatkan resiko menderita kanker ovarium. Dalam penelitian Byers menjumpai adanya hubungan diet yang endah serat dan kurang vitamin A dengan peningkatan insiden kanker ovarium.
2). Factor bahan-bahan industry
Henderson melakukan penelitian pada kelinci dan babi yang dipaparkan dengan abses ternyata terjadi perubahan sel epitel ovarium menjadi atipik. Selain itu juga penggunaan talk pada daerah perineum dan pembalut wanita dapat meningkatkan kaner ovarium.
3). Factor infeksi virus
Hal ini masih diperdebatkan. Ada laporan ada hubungan infeksi virus rubella dan influenza pada kejadian kanker ovarium.
4). Factor paparan radiasi
Wanita yang terpapar radiasi 1,8 akan mengalami kanker ovarium
5). Factor hormonal
Dari penelitian terdapat hubungan kanker ovarium dengan hormone gonadotropin, androgen dan progesterone. Pemakaian pil kontrasepsi dapat menunurunkan kejadian ca. ovarium 30%-60%.
6) factor paritas
Kejadian nulipara meningkatkan resiko kanker ovarium sesuai hipotesis incessant ovulation
7). Factor ligasi tuba dan histerektomi
Dapat menurunkan kanker ovarium karena diduga memutuskan hubungan pintu masuk partikel talk dari perineum menuju ovarium.
8). Factor genetic
Riwayat keluarga dengan kanker ovarium 18% akan menderita kanker ovarium. Ada tiga sindrom dikenal sesuai dengan urutan yang paling banyak dijumpai, yaitu:
a. hereditary breast/ovarian cancer syndrome (HBOC)
b. hereditary site specific ovarian cancer
c. hereditary nonpolyposis colon cancer syndrome (HNPCC)

3. Gejala dan Tanda
Pada stadium awal kanker ovarium tidak menunjukkan gejala spesifik 60% baru menunjukkan gejala pada stadium lanjut. Keluhan biasanya adalah adanya nyeri di daerah abdomen yang disertai dengan keluhan:
1). Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan
2). Gangguan gastrointestinal: mual, rasa penuh, hilang nafsu makan, konstipasi.
3). Menstruasi tidak teratur
4). Penurunan berat badan
5). Gangguan system urinaria: inkontinensia uri
6). Vaginal discharge
7). Nyeri ketika berhubungan seksual
8). Perasaan tidak nyaman dan menekan pada bagian pelvis.

4. Klasifikasi

Jenis-jenis kanker ovarium meliputi:
1). Tumor epithelial
Umumnya jinak, 85%-90%  Ca. Ovarium adalah jenis tumor epithelial. Karsinoma adalah tumor ganas dari epithelial ovarium.

2). Tumor germinal
Berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur. Pada umumnya tumor jinak meskipun beberapa menjadi ganas.

3). Tumor stromal
Berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormone estrogen dan progesterone.

Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO:
-          Stadium I terbatas pada ½ ovarium
-          Stadium IA mengenal 1 ovarium, kapsul utuh, tidak asites
-          Stadium IB mengenai 2 ovarium, kapsul utuh, tidak asites
-          Stadium IC, criteria IA/IB disertai lebih dari satu keadaan berikut: 1) mengenai permukaan luar ovarium;2) kapsul rupture; 3) asites
-          Stadium II: perluasan pada rongga pelvis
-          Staium IIA mengenai uterus/tuba falopi/ keduanya
-          Stadium IIB mengenai organ pelvis lainnya
-          Stadium IIC, criteria IIA/IIB disertai lebih dari satu tanda sebagai berikut:1) mengenai permukaan ovarium;2) kapsul rupture; 3) asites
-          Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal.
-          Stadium IIIA mikroskopis: mengenai intraperitoneal; makroskopis: terbatas ½ ovarium
-          Stadium IIIB makroskopis mengenal intraperitoneal ᶲ < 2 cm, tidak ada KGB
-          Stadium IIIC meluas mengenai KGB, makoskopi mengenai intraperitoneal  ᶲ > 2 cm
Derajat keganasan:
-          Derajat 1 = differensiasi baik
-          Derajat 2 = difeferensiasi sedang
-          Derajat 3 = diferensiasi buruk
5. Pemeriksaan Diagnostik
1) USG untuk menentukan arus darah
2) CT scan/MRI
3) Pemeriksaan laboratorium: tumor marker Ca-125; Ca72-4, β-HCG. Dan Alfafetoprotein
4) laparoskopi
5) laparatomi
6) pielografi intravena (ginjal, ureter dan vesika urinaria)
7) foto rogten dada dan tulang
8) sistokopi dan sigmoidoskopi
9) scan KGB
10) scan traktus urinaria

6. Penatalaksanaan
No.
stadium
Pilihan tindakan
1.
Ca. ovarium epitel I
a. Std I diferensial baik s/d sedang: operasi salpingo-ooforektomi/histerektomi abdominal total
b. Std. I diferensial Buruk (IC): Radioterapi, kemoterapi, sistemik, histerektomi total
c. Std II: operasi disertai kemoterapi/radoterapi
d. Std III dan IV: pengangkatan massa tumor, dengan salpingo-ooferektomi, jika memungkinkan dan dikemotarapi/radioterapi
2.
Ca. germinal
Disgerminoma: angkat tubafalopi dan ovarium kemudian radioterapi/kemoterapi
3.
Ca. ovary-stromal
Operasi dilanjutkan kemoterapi

Ada dua macam tindakan pembedahan pada pasien dengan kanker ovarium, yaitu:
1) pembedahan radikal
2) pembedahan konservatif = tidak perlu dilakukan pengangkatan uterus dan ovarium.
Kemoterapi adalah pengobatan dengan obat sitostatik yaitu suatu zat-zat yang dapat mnghambat proliferasi  sel-sel kanker. Jenis kemoterapi, yaitu:
a. kemoterapi induksi = bertujuan mengecilkan massa tumor atau jumlah sel kanker
b. kemoterapi adjuvant = diberikan sesudah pengobatan seperti pembedahan atau radiasi. Tujuan: memusnahkan sel-sel kanker yang masih tersisa atau metastase kecil
c. kemoterapi primer = pengobaan utama pada tumor ganas, pada kanker yang bersifat kemosensitif. Diberikan dahulu sebelum pengobatan
d. kemoterapi neoadjuvant = diberikan sebelum pengobatan, untuk mengecilkan massa tumor yang besar.
Cara pemberian kemoterapi antara lain:
a. IV line = bolus IV line sekitar 2 menit, per drip IV 30-120 menit
b. intratekal = diberikan pada canalis medulla spinalis untuk memusnahkan tumor dalam cairan otak.
c. radiosensitizer = diberikan sebelum radiasi untuk memperkuat efek radiasi. Contoh : cisplatin, fluorouracil, taxol, hydrea.
d. oral = misalnya leukoran®, alkeran®, puri-netol®, natulan®, xeloda®, Gleevac®.
e. sbkutan dan IM = jarang dilakukan karena resiko anafilaksis. Contoh L-asparaginase (SC), Gleomycin (IM).
f. intraperitoneal dan intrapleural. Contoh cisplatin (intraperitoneal) dan bleocin (intrapleural).

Pemeriksaan dan syarat kemoterapi
1) persiapan
a. darah tepi : HB, leukosit, trombosit
b. fungsi hepar : bilirubin, SGOT, SGPT, alkali pospat
c. Fungsi ginjal: ureum, creatinin, clearance creatinin
d. EKG
e. audiogram (terutama pada cisplatin)

2) syarat
a. keadaan umum cukup baik
b. penderita mengerti tujuan dan efek samping yang akan terjadi, inform consent
c. faal ginjal dan hati baik
d. jenis kanker spesifik pada kemoterapi
e. Hb > 10 gr%, leukosit > 5000/mm3, trombosit >150000/mm3
f. ada riwayat pengobatan (radioterapi/kemoterapi) sebelumnya

efek samping kemoterapi antara lain:
1) lemas
2) mual dan muntah
3) gangguan pencernaan (diare atau konstipasi)
4) sariawan
5) rambut rontok
6) efek pada pendarahan: anemia,perdarahan, medah terinfeksi
7) kulit kering dan berubah warna

7. komplikasi = obstruksi usus.

SUMBER.
Price dan Wilson.2005. patofisologi edisi 6. Jakarta: EGC
Putra. 2010. Peran radioterapi pada pengobatan kanker. Diakses dari http://sprad-sub.com/index-php?pilih=news & mod= ye& aksi=livat & id=32 
Sahil.2007. penatalaksanaan kanker ovarium pada wanita usia muda dengan memeperathankan fungsi reproduksi. Diakses dari http://www.usu.ac.id/id/file/pidato/ppgb/2007_m.fauzie-sahil-pdf. 

No comments: