KANKER OVARIUM KEMOTERAPI
by:ners kartika
A. KONSEP ANATOMI OVARIUM
Ovarium
merupakan salah sat dari organ reproduksi wanita. Berukuran kurang lebih
4x1,5x1,5 cm. ovarium menggantung di bagian belakang ligamentum latum kiri dan
kanan oleh mesovarium. Bagian pinggir atas atau hilus yang berhubungan dengan
mesovarium terdapat pembuluh-pembuluh darah dan serabut saraf. Ujungsaraf atau
yang lebih rendah berhubung dengan uterus yaitu ligamentum ovarii proprium.
Struktur ovarium
terdiri dari:
1.
korteks disebelah luar yang diliputi oleh epithelium germinativum yang
berbentuk kubik di dalam terdiri dari stroma serta sel-sel folikel primordial
2.
medulla di sebelah dalam korteks tempat terdapatnya stroma dengan pembuluh
darah dan serabut saraf dan sedikit otot polos.
Fungsi ovarium :
1.
menyimpan ovum (telur) yang dilepaskan satu kali setiap bulan (fungsi
proliferasi)
2.
fungsi sekresi yaitu memproduksi hormone estrogen dan progesterone yang
berperan dalam pertumbuhan payudara, gambaran spesifik wanita dan mengatur
siklus menstruasi (Hidayat, 2009).
B.KONSEP KANKER OVARIUM
1. Definisi
Kanker adalah
sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga
mengalami pertumbuhan yag tidak teratur. Kanker ovarium adalah tumor ganas
pada indung telur yang paling sering
ditemukan pada wanita usia 50-70 tahun. Kanker ovarium berasal dari sel-sel
penyusun ovarium yaitu sel epitel , sel germinal dan sel stromal (Sahil, 2007).
2. Etiologi
Penyebab kanker
ova rium sampai sekarang belum diketahui dengan pasti namun multi factorial.
Ada beberapa teori yang menjelasakn tentang kanker ovarium, diantaranya:
1).
Hipotesis incessant ovulation
Tepri yang
menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel epitel ovarium untuk penyembuhan
luka pada saat terjadi ovulasi. Prose penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu
dapat menimbulkan proses transormasi menjadi sel-sel tumor.
2).
Hipotes androgen
Androgen
mempunya peran penting dalam terbentuknay kanker ovarium. Dalam hasil percobaan
invitor, androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan
sel-sel kanker ovarium.
Factor-faktor
resiko kanker ovarium antara lain (sahil, 2007):
1).
Factor makanan
Makanan yang
mengandung lemak hewan telah dilaporkan akan meningkatkan resiko menderita
kanker ovarium. Dalam penelitian Byers menjumpai adanya hubungan diet yang
endah serat dan kurang vitamin A dengan peningkatan insiden kanker ovarium.
2).
Factor bahan-bahan industry
Henderson
melakukan penelitian pada kelinci dan babi yang dipaparkan dengan abses
ternyata terjadi perubahan sel epitel ovarium menjadi atipik. Selain itu juga
penggunaan talk pada daerah perineum dan pembalut wanita dapat meningkatkan
kaner ovarium.
3).
Factor infeksi virus
Hal
ini masih diperdebatkan. Ada laporan ada hubungan infeksi virus rubella dan
influenza pada kejadian kanker ovarium.
4).
Factor paparan radiasi
Wanita yang
terpapar radiasi 1,8 akan mengalami kanker ovarium
5).
Factor hormonal
Dari penelitian
terdapat hubungan kanker ovarium dengan hormone gonadotropin, androgen dan
progesterone. Pemakaian pil kontrasepsi dapat menunurunkan kejadian ca. ovarium
30%-60%.
6)
factor paritas
Kejadian
nulipara meningkatkan resiko kanker ovarium sesuai hipotesis incessant
ovulation
7).
Factor ligasi tuba dan histerektomi
Dapat menurunkan
kanker ovarium karena diduga memutuskan hubungan pintu masuk partikel talk dari
perineum menuju ovarium.
8).
Factor genetic
Riwayat keluarga
dengan kanker ovarium 18% akan menderita kanker ovarium. Ada tiga sindrom
dikenal sesuai dengan urutan yang paling banyak dijumpai, yaitu:
a. hereditary
breast/ovarian cancer syndrome (HBOC)
b. hereditary
site specific ovarian cancer
c. hereditary
nonpolyposis colon cancer syndrome (HNPCC)
3. Gejala dan Tanda
Pada
stadium awal kanker ovarium tidak menunjukkan gejala spesifik 60% baru
menunjukkan gejala pada stadium lanjut. Keluhan biasanya adalah adanya nyeri di
daerah abdomen yang disertai dengan keluhan:
1).
Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan
2).
Gangguan gastrointestinal: mual, rasa penuh, hilang nafsu makan, konstipasi.
3).
Menstruasi tidak teratur
4).
Penurunan berat badan
5).
Gangguan system urinaria: inkontinensia uri
6).
Vaginal discharge
7).
Nyeri ketika berhubungan seksual
8).
Perasaan tidak nyaman dan menekan pada bagian pelvis.
4. Klasifikasi
Jenis-jenis
kanker ovarium meliputi:
1).
Tumor epithelial
Umumnya
jinak, 85%-90% Ca. Ovarium adalah jenis
tumor epithelial. Karsinoma adalah tumor ganas dari epithelial ovarium.
2).
Tumor germinal
Berasal
dari sel yang menghasilkan ovum atau telur. Pada umumnya tumor jinak meskipun
beberapa menjadi ganas.
3).
Tumor stromal
Berasal
dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormone estrogen dan
progesterone.
Klasifikasi
stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO:
-
Stadium
I terbatas pada ½ ovarium
-
Stadium
IA mengenal 1 ovarium, kapsul utuh, tidak asites
-
Stadium
IB mengenai 2 ovarium, kapsul utuh, tidak asites
-
Stadium
IC, criteria IA/IB disertai lebih dari satu keadaan berikut: 1) mengenai
permukaan luar ovarium;2) kapsul rupture; 3) asites
-
Stadium
II: perluasan pada rongga pelvis
-
Staium
IIA mengenai uterus/tuba falopi/ keduanya
-
Stadium
IIB mengenai organ pelvis lainnya
-
Stadium
IIC, criteria IIA/IIB disertai lebih dari satu tanda sebagai berikut:1) mengenai
permukaan ovarium;2) kapsul rupture; 3) asites
-
Stadium
III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal.
-
Stadium
IIIA mikroskopis: mengenai intraperitoneal; makroskopis: terbatas ½ ovarium
-
Stadium
IIIB makroskopis mengenal intraperitoneal ᶲ < 2 cm, tidak ada KGB
-
Stadium
IIIC meluas mengenai KGB, makoskopi mengenai intraperitoneal ᶲ > 2 cm
Derajat
keganasan:
-
Derajat
1 = differensiasi baik
-
Derajat
2 = difeferensiasi sedang
-
Derajat
3 = diferensiasi buruk
5. Pemeriksaan Diagnostik
1) USG untuk
menentukan arus darah
2) CT scan/MRI
3) Pemeriksaan
laboratorium: tumor marker Ca-125; Ca72-4, β-HCG. Dan Alfafetoprotein
4) laparoskopi
5) laparatomi
6) pielografi
intravena (ginjal, ureter dan vesika urinaria)
7) foto rogten
dada dan tulang
8) sistokopi dan
sigmoidoskopi
9) scan KGB
10) scan traktus
urinaria
6. Penatalaksanaan
No.
|
stadium
|
Pilihan
tindakan
|
1.
|
Ca.
ovarium epitel I
|
a.
Std I diferensial baik s/d sedang: operasi salpingo-ooforektomi/histerektomi
abdominal total
b.
Std. I diferensial Buruk (IC): Radioterapi, kemoterapi, sistemik,
histerektomi total
c.
Std II: operasi disertai kemoterapi/radoterapi
d.
Std III dan IV: pengangkatan massa tumor, dengan salpingo-ooferektomi, jika
memungkinkan dan dikemotarapi/radioterapi
|
2.
|
Ca.
germinal
|
Disgerminoma:
angkat tubafalopi dan ovarium kemudian radioterapi/kemoterapi
|
3.
|
Ca.
ovary-stromal
|
Operasi
dilanjutkan kemoterapi
|
Ada
dua macam tindakan pembedahan pada pasien dengan kanker ovarium, yaitu:
1)
pembedahan radikal
2)
pembedahan konservatif = tidak perlu dilakukan pengangkatan uterus dan ovarium.
Kemoterapi
adalah pengobatan dengan obat sitostatik yaitu suatu zat-zat yang dapat
mnghambat proliferasi sel-sel kanker.
Jenis kemoterapi, yaitu:
a.
kemoterapi induksi = bertujuan mengecilkan massa tumor atau jumlah sel kanker
b.
kemoterapi adjuvant = diberikan sesudah pengobatan seperti pembedahan atau
radiasi. Tujuan: memusnahkan sel-sel kanker yang masih tersisa atau metastase
kecil
c.
kemoterapi primer = pengobaan utama pada tumor ganas, pada kanker yang bersifat
kemosensitif. Diberikan dahulu sebelum pengobatan
d.
kemoterapi neoadjuvant = diberikan sebelum pengobatan, untuk mengecilkan massa
tumor yang besar.
Cara
pemberian kemoterapi antara lain:
a.
IV line = bolus IV line sekitar 2 menit, per drip IV 30-120 menit
b.
intratekal = diberikan pada canalis medulla spinalis untuk memusnahkan tumor
dalam cairan otak.
c.
radiosensitizer = diberikan sebelum radiasi untuk memperkuat efek radiasi.
Contoh : cisplatin, fluorouracil, taxol, hydrea.
d.
oral = misalnya leukoran®, alkeran®, puri-netol®, natulan®, xeloda®, Gleevac®.
e.
sbkutan dan IM = jarang dilakukan karena resiko anafilaksis. Contoh
L-asparaginase (SC), Gleomycin (IM).
f.
intraperitoneal dan intrapleural. Contoh cisplatin (intraperitoneal) dan
bleocin (intrapleural).
Pemeriksaan dan
syarat kemoterapi
1)
persiapan
a. darah tepi :
HB, leukosit, trombosit
b. fungsi hepar
: bilirubin, SGOT, SGPT, alkali pospat
c. Fungsi
ginjal: ureum, creatinin, clearance creatinin
d. EKG
e. audiogram
(terutama pada cisplatin)
2)
syarat
a. keadaan umum
cukup baik
b. penderita
mengerti tujuan dan efek samping yang akan terjadi, inform consent
c. faal ginjal
dan hati baik
d. jenis kanker
spesifik pada kemoterapi
e. Hb > 10
gr%, leukosit > 5000/mm3, trombosit >150000/mm3
f. ada riwayat
pengobatan (radioterapi/kemoterapi) sebelumnya
efek samping
kemoterapi antara lain:
1) lemas
2) mual dan
muntah
3) gangguan
pencernaan (diare atau konstipasi)
4) sariawan
5) rambut rontok
6) efek pada
pendarahan: anemia,perdarahan, medah terinfeksi
7) kulit kering
dan berubah warna
7. komplikasi = obstruksi usus.
SUMBER.
Hidayat.
2009. Askep Ca Ovarium. Diakses dari http://hidayat2-worpress.com/2009/04/09/askep-ca-ovarium
tanggal 7-01-2012 jam 08.00
Price
dan Wilson.2005. patofisologi edisi 6. Jakarta: EGC
Putra.
2010. Peran radioterapi pada pengobatan kanker. Diakses dari
http://sprad-sub.com/index-php?pilih=news & mod= ye& aksi=livat &
id=32
Rham.
2010. Kemoterapi. Diakses dari http://download.ziddu.com/download/file/046224/kemoterapi.pdf
Sahil.2007.
penatalaksanaan kanker ovarium pada wanita usia muda dengan memeperathankan
fungsi reproduksi. Diakses dari http://www.usu.ac.id/id/file/pidato/ppgb/2007_m.fauzie-sahil-pdf.
No comments:
Post a Comment